PACARAN SEHAT

PACARAN SEHAT
Di jaman ini pacaran telah menjadi semacam life style/ gaya hidup baru bagi remaja dan merupakan hal yang lumrah. Remaja mengalami perubahan fisik dan psikis pada masa-masa yang dilaluinya, dimana remaja ingin mencoba karena terdorong rasa ingin tahu mereka yang tinggi. Remaja memiliki banyak waktu senggang diantara jam kuliah atau pulang sekolah ataupun antara kuliah, remaja belum memiliki orietasi materi karena kehidupannya masih serba ditanggung oleh orangtunaya, jadi tidak ada hal penting yang terlalu membebani pikiran remaja oleh karena itu, sebagian besar remaja mengisi waktu luang mereka dengan pacaran.
A. Pengertian Pacaran
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga, 2002:807), pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran adalah bercintaan; (atau) berkasih-kasihan (dengan sang pacar). Memacari adalah mengencani; (atau) menjadikan dia sebagai pacar. Sementara kencan sendiri menurut kamus tersebut (lihat halaman 542) adalah berjanji untuk saling bertemu di suatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan bersama.
Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Dalam pacaran, ada aktivitas yang disebut dengan kencan. Aktivitas ini berupa kegiatan yang telah direncana maupun tak terencana. Kencan yang tak terencana disebut dengan blind date.
Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya dan sangat dipengaruhi oleh tradisi dalam masyarakat individu-individu yang terlibat. Dimulai dari proses pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya menjalani hubungan afeksi yang ekslusif. Perbedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Berdasarkan tradisi zaman kini, sebuah hubungan dikatakan pacaran jika telah menjalin hubungan cinta-kasih yang ditandai dengan adanya aktivitas-aktivitas seksual atau percumbuan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pacaran)

B. Positif dan Negatif
Arifin (2002) mengatakan adanya dampak positif maupun negatif dari pacaran bagi remaja, seperti:
1. Prestasi Sekolah
Bisa meningkat atau menurun. Di dalam hubungan pacaran pasti ada suatu permasalahan yang dapat membuat pasangan tersebut bertengkar. Dampak dari pertengkaran itu dapat mempengaruhi prestasi mereka di sekolah. Tetapi tidak menutup kemungkinan dapat mendorong mereka untuk lebih meningkatkan prestasi belajar mereka.
2. Pergaulan Sosial
Pergaulan bisa tambah meluas atau menyempit. Pergaulan tambah meluas, jika pola interaksi dalam peran hanya berkegiatan berdua, tetapi banyak melibatkan interaksi dengan orang lainnya (saudara, teman, keluarga, dan lain-lain).
Pergaulan tambah menyempit, jika sang pacar membatasi pergaulan dengan yang lain (tidak boleh bergaul dengan yang lain selain dengan aku).
3. Mengisi Waktu Luang
Bisa tambah bervariatis atau justra malah terbatas. Umumnya, aktivitas pacaran tidak produktif (ngobrol, nonton, makan, dan sebagainya), namun dapat menjadi produktif, jika kegiatan pacaran diisi dengan hal-hal seperti olah raga bersama, berkebun, memelihara binatang, dan sebagainya.
4. Keterkaitan Pacaran dengan Seks
Pacaran mendorong remaja untuk merasa aman dan nyaman. Salah satunya adalah dengan kedekatan atau keintiman fisik. Mungkin awalnya memang sebagai tanda atau ungkapan kasih sayang, tapi pada umunya akan sulit membedakan rasa sayang dan nafsu. Karena itu perlu upaya kuat untuk saling membatasi diri agar tidak melakukan kemesraan yang berlebihan.
5. Penuh Masalah Sehingga Berakibat Stres
Hubungan dengan pacar tentu saja tidak semulus diduga, jadi pasti banyak terjadi masalah dalam hubungan ini. Jika remaja belum siap punya tujuan dan komitman yang jelas dalam memulai pacaran, maka akan memudahkan ia stres dan frustasi jika tidak mampu mengatasi masalahnya.
6. Kebebasan Pribadi Berkurang
Interaksi yang terjadi dalam pacaran menyebabkan ruang dan waktu untuk pribadi menjadi lebih terbatas, karena lebih banyak menghabiskan waktu untuk berduaan dengan pacar.
7. Perasaan Aman, Tenang, Nyaman, dan Terlindung
Hubungan emosional (saling mengasihi, menyayangi, dan menghormati) yang terbentuk ke dalam pacaran dapat menimbulkan perasaan aman, nyaman, dan terlindungi. Perasaan seperti ini dalam kadar tertentu dapat membuat seseorang menjadi bahagia, menikmati hidup, dan menjadi situasi yang kondusif baginya melakukan hal-hal positif.
(http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/dampak-positif-dan-negatif-pacaran-bagi-remaja/)

C. Pacaran Tidak Sehat
Gaya pacaran remaja di zaman sekarang telah mengarah pada perilaku yang diluar batas, disinilah mulai muncul masa pacaran yang didalamnya terkait perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka, dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perilaku seks yang tidak semestinya mereka lakukan. Pacaran jenis ini merupakan pacaran yang tidak sehat karena memiliki dampak yang tidak baik bagi kesehatan reproduksi maupun kehidupan remaja baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual.
Perilaku Seksual
Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul oleh karena dorongan seksual. Perilaku seksual bermacam-macam mulai dari bergandengan tangan, pelukan, kissing, necking, petting, licking dan sampai berhubungan seksual. Dan perilaku seksual bisa diibaratkan seperti bola salju yang sekali dilepaskan dari atas bukit akan semakin membesar terus dan susah untuk dihentikan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja
1. Faktor internal
Bagaimana kita mengekspresikan perasaan, keinginan dan pendapat tentang berbagai macam masalah. Bagaimana menentukan pilihan ataupun mengambil keputusan bukan hal yang mudah. Dalam memutuskan sesuatu, kita harus punya dasar, pertimbangan dan prinsip yang matang.
2. Faktor Eksternal
Perilaku seks diantara kita juga dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Contohnya :
• Kemampuan orang terdekat utamanya orang tua dalam mendidik tentunya akan mempengaruhi pemahaman kita mengenai suatu hal, terutama masalah seksual.
• Agama mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk. Pemahaman terhadap apa yang diajarkan agama akan mempengaruhi perilaku kita
• Remaja cenderung banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya sehingga tingkah laku dan nilai-nilai yang kita pegang banyak dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan kita
• Teknologi informasi yang makin berkembang memudahkan kita mengakses informasi setiap saat. Tetapi, kemajuan teknologi informasi tak selalu membawa pengaruh yang positif. Semua tergantung bagaimana kita mengaplikasikannya dalam kehidupan.
Selain perilaku seksual, kekerasan pada masa pacaran merupakan masalah yang sering ditemui dan cukup kompleks. Namun demikian, kita harus tetap berusaha untuk mengantisipasi munculnya kekerasan dalam masa pacaran ini. Salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan, terutama oleh remaja adalah dengan melakukan pacaran yang ”sehat”.
Pengaruh buruk pacaran tidak sehat adalah:
• Cedera fisik (memar, luka-luka, dll)
• Kondisi tubuh lemah; mudah sakit
• Perasaan tertekan; curiga yang berlebihan; bingung
• Kehilangan teman; merasa asing dilingkungan sendiri
• Terkena penyakit menular seksual (PMS)
• Kehamilan tidak diinginkan (KTD); aborsi; pernikahan dini
• HIV/AIDS
• Stress yang parah; gila; keinginan bunuh diri
• Meninggal dunia
(http://www.sttbali.com/berita/muda-mudi/201.html)

D. Cara Menjaga Diri Selama Pacaran
Hubungan romantis sekalipun dapat berubah menjadi hubungan yang buruk dan penuh kekerasan. Kenali sejak awal pacaran agar Anda tak menjadi korban pelecehan.
The National Center for Victims of Crime mendefinisikan kekerasan saat pacaran sebagai perlakuan yang kejam secara emosional, fisik, atau mental dalam sebuah hubungan romantis.
Sebenarnya, Anda dapat mengenali tanda si dia adalah seorang kekasih yang berpotensi kejam sejak kencan pertama. Namun, kebanyakan kita cenderung mengabaikannya karena hati masih diliputi cinta hingga akhirnya kita menyadari bahwa semuanya sudah terlambat.

Simak trik melindungi diri dari kekerasan selama pacaran, seperti yang dibeberkan Datingtips.

1. Bicarakan kepada seseorang yang Anda percaya
Terkadang, kita ragu untuk menjawab apakah kita sudah masuk ke dalam hubungan yang penuh kekerasan. Coba tanyakan kondisi Anda kepada seorang yang Anda percaya, seperti anggota keluarga, sahabat atau guru.

2. Kenali pertanda
Tanda yang bisa Anda kenali bila si dia berpotensi melecehkan sangat mudah, seperti si dia terlalu mengendalikan, mood yang sewaktu-waktu berubah, atau sering melayangkan ancaman yang membahayakan Anda. Jika Anda menemukan pertanda itu pada dirinya, minta pertolongan segera.

3. Usahakan ajak seorang teman saat kencan
Beberapa kasus kekerasan saat berkencan terkadang menggiring pada kasus pemerkosaan. Cegah hal ini dengan mengajak seorang teman. Jangan pernah sendirian dengan seseorang yang Anda anggap masih asing dalam kehidupan Anda.

4. Waspada alkohol dan obat-obatan terlarang
Pemerkosaan saat kencan biasanya dilakukan saat Anda tidak sadar atau dalam pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang. Untuk itu, selalu berhati-hati jika seseorang menawarkan minuman, media yang banyak dipilih untuk mendapatkan “mangsa”.

5. Selalu persiapkan diri
Usahakan selalu membawa ponsel dalam keadaan baterai terisi penuh dan uang cukup sebelum pergi kencan. Hal ini akan sangat berguna jika sewaktu-waktu Anda berada dalam kondisi tidak beres.
(http://lintas.bataraemas.com/2011/02/5-cara-lindungi-diri-dari-kekerasan.html?m=0)

E. Konsep Pacaran Sehat
Pacaran yang ”sehat” adalah pacaran yang memenuhi kriteria ”sehat”, baik sehat fisik, sehat psikis, sehat sosial, maupun sehat seksual.

1. Sehat fisik. Pacaran dikatakan sehat secara fisik jika dalam aktivitas berpacaran tersebut tidak ditemui adanya kekerasan secara fisik. Itu berarti bahwa walaupun remaja putra secara fisik memang lebih kuat dari remaja putri, bukan berarti remaja putra dapat seenaknya menindas ataupun memanipulasi remaja putri secara fisik.
2. Sehat psikis. Pacaran dikatakan sehat secara psikis, jika sepasang individu yang menjalaninya mampu saling berempati serta mengungkapkan dan mengendalikan emosinya dengan baik, saling percaya, saling menghargai, dan saling menghormati. Dengan demikian, hubungan di antara keduanya menjadi lebih nyaman, saling pengertian, dan juga ada keterbukaan.
3. Sehat sosial. Pacaran dikatakan sehat secara sosial jika aktivitas berpacaran tersebut tidak bersifat saling mengikat atau mengisolasi pasangan. Artinya, walaupun remaja putra dan putri terikat dalam komitmen pacaran, namun hubungan sosial masing-masing mereka dengan individu lain tetap harus dijaga dan sebaiknya remaja putra atau putri tidak hanya terfokus pada pacar atau pasangannya saja.
4. Sehat seksual. Kemudian, pacaran juga harus sehat secara seksual. Secara biologis, kaum remaja mengalami perkembangan dan kematangan seks. Tanpa disadari, pacaran juga mempengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik dapat mendorong keinginan untuk melakukan kontak fisik yang lebih jauh. Jika hal itu diteruskan dan tidak terkontrol, maka dapat menimbulkan hal-hal yang sangat berisiko. Karena adanya resiko yang harus ditanggung akibat tindak seksual yang mereka lakukan, maka aktivitas percaran yang mereka lakukan tidak lagi disebut sebagai pacaran yang ”sehat”.
Agar pacaran sehat tetap awet, kita harus punya prinsip. Artinya, segala sesuatu yang kita lakukan memiliki dasar dan tujuan yang jelas. Dalam berpacaran, mungkin saja kita menemukan perbedaan prinsip, khususnya tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal itu adalah wajar, asalkan tetap saling menghargai. Setiap orang, khususnya remaja, mempunyai hak untuk bicara secara terbuka, termasuk mengungkapkan prinsipnya masing-masing.
Mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan orang lain. Maksud dan keinginan kita akan sulit diterima dan dimengerti orang lain kalau kita tidak tahu bagaimana mengomunikasikannya dengan baik. Intinya, kita juga harus mengerti atau memahami bagaimana cara berkomunikasi yang baik.
Tiga model komunikasi:
1. Pasif
Kita sulit/tidak bisa mengekspresikan keinginan, perasaan, dan pikiran kita. Hal ini akan berefek buruk karena apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Misalnya, kita tidak berani menolak saat pacar mengajak kita untuk kissing, padahal sebenarnya kita tidak mau.
2. Agresif
Dalam mengemukakan keinginan, pikiran, dan perasaan, kita cenderung mendominasi, tidak ramah dan mengabaikan kepentingan orang lain. Model komunikasi seperti ini bisa memicu keretakan hubungan dengan orang lain.
3. Asertif
Gaya komunikasi yang paling baik. Kita bisa bersikap tegas dalam mengekspresikan keinginan, perasaan, dan pendapat, tetapi tetap menghargai orang lain. Kondisi orang lain juga menjadi pertimbangan sebelum kita mengungkapkan keinginan. Misalnya, menolak dengan sopan dan memberikan alasan yang masuk akal ketika pacar minta hal yang aneh-aneh.
Cara berkomunikasi tidak hanya memengaruhi keberhasilan kita berinteraksi dengan orang lain, tetapi lebih jauh lagi, mampu berkomunikasi dengan baik menjadikan kita terampil dalam mengambil keputusan.(Kompas)
(http://www.untukku.com/artikel-untukku/pacaran-positif-dan-pacaran-sehat-itu-bagaimana-untukku.html)
Di dalam proses pacaran kita tidak hanya dituntut untuk mengenali emosi diri sendiri, tetapi juga emosi orang lain. Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. Jadi tidak bijaksana bila melakukan kekerasan nonfisik, marah-marah, apalagi mengumpat-umpat orang lain termasuk pacar kita. Tapi bukan dalam arti diam saat timbul masalah, selesaikanlah dengan bijak, bicarakan secara terbuka. Tanpa keterbukaan akan menimbulkan konflik dalam diri masing-masing yang bahkan bisa mengarah terhadap rutinitas harian dan prestasi belajar ataupun bekerja.

Pacaran Itu Tak Mengikat
Artinya, hubungan sosial dengan yang lain harus tetap terjaga. Kalau pagi, siang dan malam selalu bersama pacar, bisa bahaya!! Bisa-bisa kita tidak punya teman. Dan bukan tak mungkin, kita akan merasa asing di lingkungan sendiri. Tidak mau seperti itu kan??Tapi bukan dalam arti hubungan ”bebas” yang sebebas-bebasnya… Tentunya kita harus menghormati apa yang menjadi pegangan serta tujuan dalam berpacaran. Jika status telah mengarah pada ikatan lebih ”serius” (dalam arti penikahan) maka kita harus lebih bijak dalam menjaga kepercayaan untuk mencegah terlukainya perasaan pasangan masing-masing. Membangun kepercayaan merupakan hal yang penting dalam keharmonisan suatu hubungan.

Seks Saat Pacaran??? TIDAK!
Secara biologis, masa remaja merupakan masa perkembangan dari kematangan seksual. Tanpa disadari, pacaran mempengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik bisa memicu keinginan untuk melakukan kontak fisik yang merupakan insting dasar setiap organisme. Apabila diteruskan dapat menjadi tak terkontrol alias kebablasan. Jadi, dalam berpacaran kita harus saling menjaga untuk tak melakukan hal-hal yang berisiko terhadap perkembangan fisik dan mental remaja, salah satunya adalah perilaku seksual. Oleh karena itu, pengendalian diri dalam berpacaran tentunya sangat diperlukan.
(http://www.sttbali.com/berita/muda-mudi/201.html)

F. TIPS Pacaran Sehat
Jika tak ingin pacaran tak sehat terjadi pada diri Anda maka beberapa hal yang perlu diresapi dan dipertimbangkan diantaranya:
• Kasih sayang, setia
• Jangan melakukan tindakan kekerasan
• Luangkan waktu untuk bergaul dengan teman-teman
• Jangan sakiti perasaan pasangan; jangan cemburu yang berlebih
• Jangan menghabiskan waktu seharian berdua saja apalagi di tempat-tempat sepi
• Lakukan kegiatan-kegiatan positif bersama seperti belajar, berolahraga, dan sembahyang bersama
• Hindari buku-buku, majalah, gambar-gambar, video yang isinya seputar seks. Karena sekali dan sekilas saja kita melihat gambar, video atau cerita seks tersebut bakal ‘terekam tak pernah mati’ di pikiran dan akan timbul keinginan untuk mengulangi ataupun mempraktekkannya
• Pengendalian diri untuk tidak berbuat diluar batas ketika sedang kontak fisik dengan pasangan
• Jangan pernah mengatasnamakan hubungan seks sebagai bukti cinta kalian (cinta tak sama dengan seks).
Pacaran sebenarnya merupakan waktu bagi sepasang individu untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Pacaran pastinya memiliki efek dan bias terhadap kehidupan masing-masing. baik secara positif ataupun negatif tergantung bagaimana cara menjalaninya.
Selama pacaran dilakukan dalam batas-batas yang benar, pacaran dapat mendatangkan banyak hal positif. Dengan kata lain yang perlu dan harus kita jalani adalah ”pacaran sehat”.
(http://www.sttbali.com/berita/muda-mudi/201.html)

Selain itu, dalam menjalani suatu hubungan hendaknya kita tidak melakukannya secara diam-diam. Artinya tidak boleh backstreet. Karena, jika kita menjalani pacaran secara sembunyi-sembunyi terutama dari orang tua, hal itu akan memiliki akibat yang kurang baik bagi kita dan hubungan yang kita jalani. Misalnya kita akan menjadi tukang bohong. Berbohog untuk hal-hal yang baik memang diijinkan, tetapi berbohong untuk menutupi suatu hal secara sengaja yang sebenarnya tidak perlu ditutupi merupakan suatu dosa yang tidak terampuni. Selain itu, jika kita jujur pada orang tua mengenai kehidupan kita dan hubungan yang kita jalani, saat ada masalah kita bisa membicarakannya dan meminta nasehat orang tua secara terbuka tanpa harus berbohong tentang apa yang sebenarnya terjadi. Karena, saat kita menemui kendala dalam perjalanan hidup, orang tualah satu-satunya yang bisa benar-benar membantu kita dalam memecahkan masalah kita. Meskipun kita memiliki banyak teman dan memiliki pacar, hal tersebut tidak akan banyak membantu jika kita sedang menghadapi maslah rumit yang memiliki efek seumur hidup, contohnya KTD. Hal itu karena teman atau pacar tidak selamanya bisa kita percaya untuk memberikan solusi yang baik bagi masalah kita. Biar bagaimanapun mereka merupakan orang luar yang memiliki kepentingannya sendiri. Sedangkan orang tua merupakan bagian dari hidup kita jyang akan selalu mengusahakan yang terbaik bagi kita dan akan selalu membantu kita setulus hati, tanpa pamrih.
Manfaat lainnya dari sikap terbuka denga orang tua adalah kita bisa menjadi lebih dekat dengan orang tua dan orang tua juga menjadi lebih kooperatif terhadap perkembangan anaknya.

About Novie Mightymax

Just an ordinary girl who wants to be an extra ordinary ^^ sesorang yang ingin mencurahkan semua isi hati, memliki hidup yang baik, memiliki mimpi, dan dapat meraih cita dan cinta yang sesuai dengan hati nurani....

Posted on October 25, 2011, in Non Fiction and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: