ASI EKSKLUSIF

A. PENGERTIAN ASI EKSKLUSIF
ASI ekslusif adalah memberikan ASI saja tanpa makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan (Depkes RI, 2003). Pada tahun 2002 World Health Organization menyatakan bahwa ASI eksklusif selama 6 bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Menyusui eksekusif adalah memberikan hanya ASI segera setelah lahir sampai bayi berusia 6 bulan dan memberikan kolostrum (Depkes RI, 2005).
Yang dimaksud dengan ASI eksklusif atau lebih tepat pemberian ASI secara eksklusif adalah: bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, airt teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim.
Pemberian ASI secara eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu setidaknya selama 6 bulan, dan setelah 6 bulan bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat. Sedangkan ASI dapat diberikan sampai bayi berusia 2 tahun atau bahkan lebih dari 2 tahun.

B. MANFAAT ASI EKSKLUSIF
Ada beberapa keuntungan menyusui eksklusif secara umum, yaitu :

1. Memberikan nutrisi yang optimal dalam hal kulitas dan kuantitas bagi bayi.
Dalam ASI terkandung kolostrum, yang merupakan cairan kental yang berwarna kekuning-kuningan, pada periode akhir atau trimester ketiga kehamilan kolostrum dikeluarkan pada hari pertama setelah kelahiran.
Kolostrum sangat penting bagi bayi, karena :
a) Kolostrum pada hari pertama sampai hari ke empat, merupakan cairan yang kaya akan nutrisi dan antibodi
b) Jumlah kolostrum bervariasi antara 10-100ml per hari.
c) Jumlah kolostrum akan bertambah da mencapai komposisi ASI biasa/matur sekitar 3-14 hari
d) Kolostrum memberi nutrisi dan melindungi terhadap infeksi dan alergi
e) Memberikan imunisasi pertama, ASI dapat dikatakan sebagai “cairan hidup”

2. Meningkatkan kecerdasan

a) Manfaat ASI eksklusif bagi bayi

1) ASI mengandung protein khusus untuk melindungi bayi dari alergi
2) Secara alamiah, ASI memberikan kebutuhan yang sesuai dengan usia kelahiran bayi (seperti pada bayi prematur, ASI memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding pada bayi yang cukup bulan)
3) ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi karena memiliki kekebalan lebih tinggi terhadap penyakit.
4) ASI sebagai zat antivirus dan bakteri
5) ASI bebas kuman karena diberikan secara langsung
6) Suhu ASI sesuai dengan kebutuhan bayi, selalu siap sedia setiap saat bayi menginginkannya, selalu dalam keadaan steril dan suhu susu yang pas.
7) ASI lebih mudah dicerna dan diserap oleh usus bayi
8) ASI melindungi gigi bayi dari kerusakan
9) ASI akan melatih daya isap bayi dan membentuk otot pipi yang baik
10) Makanan terlengkap untuk bayi, terdiri dari proporsi yang seimbang dan cukup mengandung zat gizi yang diperlukan untuk 6 bulan pertama.
11) Mengandung antibodi (terutama kolostrum) yang melindungi terhadap penyakit terutama diare dan gangguan pernapasan.
12) Menunjang perkembangan motorik sehingga bayi yang diberi ASI Ekslusif akan lebih cepat bisa jalan.
13) Meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi dengan adanya kontak mata dan badan dimana bayi merasa aman, nyaman, dan terlindungi yang mempengaruhi kemapanan emosi si anak di masa depan.

b) Manfaat ASI bagi Ibu
1) Membantu mempercepat pengembalian rahim ke bentuk semula dan mengurangi pendarahan setelah kelahiran
2) Pemberian ASI ekonomis/murah yang mengurangi biaya pengeluaran karena ASI tidak perlu dibeli
3) Mencegah kanker payudara
4) Menyusui secara teratur akan menurunkan berat badan ibu secara bertahap
5) Memberikan secara puas, bangga dan bahagia pada ibu yang berhasil menyusui bayinya
6) Pemberian ASI secara eksklusif dapat sebagai kontrasepsi selama 6 bulan setelah kelahiran karena dapat menunda kesuburan
7) Memberikan ASI segera (dalam waktu 60 menit), membantu meningkatkan produksi ASI dan proses laktasi.
8) Hisapan puting yang segera dan sering membantu mencegah payudara bengkak.
9) Pemberian ASI membantu mengurangi beban kerja ibu karena ASI tersedia kapan dan dimana saja. ASI selalu bersih sehat dan tersedia dalam suhu yang cocok.

c) Manfaat Untuk Keluarga
1) Tidak perlu uang untuk membeli susu formula, botol susu, kayu bakar atau minyak untuk merebus air.
2) Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat) dalam perawatan kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit.
3) Menghemat waktu keluarga bila bayi lebih sehat.
4) Memberikan ASI pada bayi (meneteki) berarti hemat tenaga bagi keluarga sebab ASI selalu siap tersedia.
5) Lebih praktis saat akan bepergian, tidak perlu membawa botol, susu, air panas, dll.
d) Manfaat Untuk Masyarakat dan Negara
1) Menghemat devisa negara karena tidak perlu mengimpor susu formula dan peralatan lain untuk persiapannya.
2) Bayi sehat membuat negara lebih sehat.
3) Terjadi penghematan pada sektor kesehatan karena jumlah bayi sakit lebih sedikit.
4) Memperbaiki kelangsungan hidup anak dengan menurunkan kematian.
5) Melindungi lingkungan karena tak ada pohon yang digunakan sebagai kayu bakar untuk merebus air, susu dan peralatannya.
6) ASI adalah sumber daya yang terus menerus diproduksi dan baru.
e) Manfaat ASI dari Segi Psikologis
1) Mempercepat jalinan kasih sayang antara ibu dan anak
2) Memiliki pengaruh emosional
3) Anak merasa tentram, aman dan nyaman bila sedang menyusu pada ibunya
4) Anak merasa rileks bila menyusu pada ibunya
5) Mempercepat jalinan naluri antara ibu dan anak
C. DAMPAK BAYI YANG TIDAK DIBERI ASI
1. Daya tahan tidak optimal
2. Perkembangan otak kurang
3. Perkembangan gigi dan rahang kurang
4. Dampak psikologis kedekatan dengan ibu kurang
5. Sering timbul alergi dan ruam
D. TEKNIK MENYUSUI
1. Syarat ASI ekslusif adalah :
a) Hanya memberikan ASI saja sampai enam bulan
b) Menyusui dimulai 30 menit-1 jam setelah bayi lahir
c) Tidak memberikan cairan atau makanan lain selain ASI, kepada bayi yang baru lahir
d) Menyusui sesuai kebutuhan bayi
e) Berikan kolustrum (ASI yang keluar pada hari pertama yang mempunyai nilai gizi tinggi)
f) Cairan lain yang boleh diberikan hanya vitamin, mineral obat dalam bentuk drop atau sirup
g) Berikan ASI sedini mungkin. Bila ASI belum keluar bayi tidak usah diberi apa-apa, biarkan bayi menghisap payudara sebagai stimulasi keluarnya ASI (cadangan nutrisi dalam tubuh bayi cukup bulan dapat sampai selama 4 hari pascapersalinan)
2. Prosedur pemberian ASI adalah sebagai berikut :
a) Menyusui tanpa jadwal siang malam (minimal 8 kali dalam 24 jam) atau setiap bayi menginginkannya.
b) Bila bayi melepaskan isapan dari satu payudara, berikan payudara lainnya.
c) Tidak memaksa bayi untuk menyusu bila belum mau, tidak melepaskan isapan sebelum bayi selesai menyusu, tidak memberikan minuman lain selain ASI, tidak menggunakan dot/kempeng.
d) Hanya memberikan ASI saja pada 4-6 bulan pertama.
e) Memperhatikan posisi dan perlekatan mulut bayi dan payudara ibu dengan benar.
f) Menyusui dimulai apabila bayi sudah siap dengan mulut bayi membuka lebar, menyentuh pipinya dengan jari kelingking ibunya mulut bayi akan mengikutinya, bayi melihat sekeliling dan bergerak.
g) Cara memegang bayi dengan topang seluruh tubuh, kepala dan tubuh lurus menghadap payudara, hidung dekat puting susu.
h) Cara melekatkan dengan menyentuhkan puting pada bibir, tunggu mulut bayi terbuka lebar, gerakkan mulut kearah puting sehingga bibir bawah jauh di belakang daerah hitam di sekitar puting.
i) Nilai perlekatan dan reflek menghisap dengan dagu menyentuh payudara, mulut terbuka lebar, bibir bawah melipat keluar, bagian hitam disekitar puting susu berada di atas mulut bayi lebih luas daripada di bawah mulut bayi, bayi menghisap pelan kadang berhenti.
j) Lanjutkan menyusui secara eksklusif apabila bayi minum dengan baik.
3. Cara Menyusui
Teknik menyusui adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Perinasia, 1994).
Seorang ibu dengan bayi pertamanya mungkin akan mengalami berbagai masalah karena tidak mengetahuinya cara menyusui yang benar. Oleh sebab itu untuk mencapai keberhasilan menyusui diperlukan pengetahuan mengenai teknik menyusui. Persiapan memperlancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan:
a) Membersihkan puting susu dengan air atau minyak, sehingga epitel yang lepas tidak menumpuk.
b) Puting susu ditarik-tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk memudahkan isapan bayi.
c) Bila puting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu atau dengan jalan operasi
d) Terdapat macam posisi menyusui, cara menyususi yang tergolong biasa dilakukan adalah dengan duduk, berdiri atau berbaring.
4. Langkah-langkah menyusui yang benar
a) Sebelum menyusui puting susu dan areola mammae (bagian hitam disekitar puting susu) dibersihkan dengan kapas basah atau ASI dekeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting dan sekitar kalang payudara.
b) Bayi diletakkan menghadap perut ibu / payudara.
1) Ibu duduk atau berbaring dengan santai, bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah (agar kaki ibu tidak menggantung) dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi.
2) Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan menggunakan satu lengan, kepala bayi terletak pada siku ibu (kepala tidak boleh menengadah, dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan).
3) Satu tangan bayi diletakkan dibelakang badan ibu, dan yang satunya di depan.
4) Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya menoleh atau membelokkan kepala bayi).
5) Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
6) Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.
c) Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang di bawah, jangan menekan putting susu atau kalang payudara saja
d) Bayi diberi rangsangan agar membuka mulut (roting refleks) dengan cara:
1) Menyentuh pipi dengan puting susu atau
2) Menyentuh sisi mulut bayi
e) Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dan puting susu serta kalang payudara dimasukkan ke mulut bayi.
1) Usahakan sebagian besar kalang payudara dapat masuk kedalam mulut bayi, sehingga puting susu berada di bawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat penampungan ASI yang terletak di bawah kalang payudara.
2) Setelah bayi mulai menghisap payudara tak perlu dipegang atau disangga.
3) Melepas isapan bayi. Setelah menyusui pada satu payudara sampai kosong, sebaiknya diganti dengan payudara yang satunya. Cara melepas isapan bayi yaitu jari kelingking ibu dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan ke bawah.
f) Menyendawakan bayi. Tujuan menyendawakan bayi adalah mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah setelah menyusu. Cara menyendawakan bayi adalah:
1) Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu kemudian punggungnya ditepuk perlahan.
2) Bayi tidur tengkurap dipangkuan ibu kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan.
5. Lama Menyusui (Soetjiningsih, 1997)
Pada hari pertama biasanya ASI belum keluar dan bayi cukup disusukan selama 4-5 menit untuk merangsang produksi ASI dan membiasakan putting susu dihisap oleh bayi. Setelah hari ke 4-5 boleh disusukan selama 10 menit, bila produksi ASI cukup dan lancar boleh disusukan selama 15 menit. Jumlah Asi yang terhisap bayi pada 5 menit pertama 112 ml, kedua 64 ml dan terakhir 16 ml. ASI yang dihisap bayi pada menit pertama dibanding terakhir adalah berbeda dimana menit pertama lebih cepat dan encer dan kemudian akan lebih kental dan menit terakhir mengandung lemak 4-5 x dan protein 1,5 x lebih banyak dibandingkan dengan ASI pada menit pertama.
6. Frekuensi Menyusui
Ibu menyusui sebaiknya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan bayi, tanpa dijadwal karena kadar protein ASI rendah bayi akan menyusu sering, biasanya antara 1,5 – 2 jam sekali dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam. Sehingga frekwensi menyusui kira-kira 8 – 12 kali /24 jam setiap kali menyusui harus digunakan kedua payudara dan usahakan sampai payudara terasa kosong agar produksi ASI tetap baik.
7. Cara penyimpanan ASI
ASI dikeluarkan dapat disimpan untuk beberapa saat dengan syarat :
a) Disimpan di udara bebas dalam tempat yang bersih selama 6 – 8 jam
b) ASI yang disimpan dalam lemari es (tidak dibekukan) harus diberikan dalam 2 x 24 jam sejak ASI tersebut dikeluarkan dari payudara.
c) Untuk disimpan lama, harus dibekukan pada temperatur pendingin sampai 180 C dapat disimpan sampai 6 bulan.
d) Pada penyimpanan dengan cara dibekukan tidak berpengaruh terhadap komponen kekebalan yang dikandungnya. Apabila ASI akan diberikan pada bayi setelah didinginkan tidak boleh dipanaskan karena akan merusak kualitas khususnya unsur kekebalan, ASI cukup didiamkan beberapa saat dalam suhu kamar agar tidak terlalu dingin.
E. ASI EKSKLUSIF UNTUK IBU BEKERJA
Seperti kita ketahui bersama, ASI sangatlah bermanfaat bagi bayi kita, terutama pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan pertama usia bayi. Namun bagaimana bila si ibu harus bepergian atau kembali bekerja? Apakah bayi bisa tetap mendapat ASI eksklusif? Ibu tak perlu menghentikan pemberian ASI dan beralih ke susu formula, karena ibu tetap bisa memberikan ASI perah yang disimpan dengan baik.
Memerah ASI yang terbaik adalah dengan menggunakan tangan. Pastikan sebelum memerah ASI ibu mencuci tangan dengan sabun dan air hingga bersih. Setelah selesai memerah, perah sedikit ASI untuk dioleskan pada puting dan areola karena ASI mengandung zat anti kuman. Gunakan wadah steril yang terbuat dari kaca atau plastik yang tebal untuk menampung ASI perah. Wadah ini harus tertutup rapat untuk menghindari pencemaran. Jangan lupa untuk memberi label tanggal kapan ASI diperah pada tiap botol.
1. Cara memerah ASI
a) Sebelumnya, kompres payudara dengan air hangat menggunakan waslap.
b) Pastikan tangan ibu bersih sebelum memerah.
c) Letakkan wadah steril di depan puting. Bisa berupa gelas atau stoples yang bermulut lebar.
d) Mulailah mengurut payudara untuk mengeluarkan ASI. Prosesnya hampir sama dengan mengeluarkan pasta gigi. Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menekan tepi areola sambil tangan menekan ke arah dada. Jemari tangan lainnya menyangga payudara.
e) Pencet-lepas, pencet-lepas, demikian seterusnya. Jika terasa sakit bisa jadi tekniknya kurang tepat. Kadangkala ASI tidak segera keluar, namun tidak usah khawatir, setelah dicoba beberapa kali ASI pasti akan menetes. Bila ASI memancar berarti gerakannya sudah benar dan berhasil menekan gudang susunya.
f) Pencet tepi areola dengan cara yang sama dari samping, untuk memastikan ASI terperas dari semua segmen. Hindari memencet pada bagian puting saja karena tidak akan menghasilkan ASI.
g) Hindari gerakan menggosok pada kulit payudara. Gerakan jari jemari hendaknya memutar.
h) Perah sekitar 3-5 menit sampai aliran melambat, kemudian perah payudara lainnya. Lakukan pada kedua payudara. Seluruh prosedur persiapan dan pemerahan ASI dengan tangan membutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit. Bila pasokan ASI sudah baik/banyak, patokan ini dapat diabaikan karena batasan waktu bermanfaat bila ASI hanya keluar sedikit atau bahkan belum keluar sama sekali.
2. Lama penyimpanan ASI :
a) Pada suhu 19-25 °C dapat tahan selama 4-8 jam
b) Di dalam termos es dapat tahan selama 24 jam
c) Di dalam lemari es pada suhu 0-4 °C (bukan freezer) akan tahan selama 2×24 jam
d) Lemari pembeku (freezer) di dalam lemari es 1 pintu ASI tahan selama 2 minggu
e) Dalam freezer di lemari es 2 pintu (pintu freezer terpisah) tahan selama 3 bulan
3. Cara mencairkan ASI yang sudah dibekukan :
a) Pindahkan tempat penyimpanan ASI beku ke dalam lemari pendingin bagian bawah selama semalam atau aliri botol penyimpanan ASI beku dengan air hangat.
b) Jangan pernah membekukan kembali ASI beku yang sudah dicairkan
4. Cara menghangatkan ASI perahan
a) Rendam ASI yang ada di dalam botol penyimpanan ke dalam air hangat
b) Lemak pada ASI akan terpisah dan berada di lapisan atas. Putar – putarlah wadah tempat ASI secara perlahan hingga lemak larut
c) Jangan menghangatkan ASI dengan memanaskan langsung di atas api atau dengan menggunakan microwave karena dapat merusak kandungan gizi ASI
d) Teteskan ASI pada bagian dalam pergelangan tangan Anda untuk memastikan ASI telah cukup hangat
5. Agar ASI dapat tahan lama, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:
a) Simpanlah ASI perahan dalam botol steril atau plastik higienis, lalu tutup rapat-rapat.
b) Cantumkan jam dan tanggal ASI diperah pada label, rekatkan ke wadah ASI.
c) ASI dapat bertahan dalam suhu ruangan selama 6-8 jam.
d) ASI yang disimpan dalam termos es dapat bertahan selama 24 jam.
e) ASI yang disimpan di lemari es dapat bertahan 2×24 jam. Sebaiknya pisahkan ASI dengan bahan makanan lain yang tersimpan di lemari es.
f) Kedua cara di atas paling dianjurkan karena ASI tak akan mengalami perubahan komposisi.
g) Menyimpan ASI di freezer tak terlalu dianjurkan karena suhu beku menghilangkan beberapa zat dan enzimnya, kecuali jika ASI perah ibu sangat berlimpah. ASI beku tetap lebih baik daripada susu formula.
h) Bila disimpan dalam freezer, ASI bisa tahan sampai 3 bulan. Letakkan di bagian dalam freezer, bukan di dekat pintu karena bagian ini paling berpeluang mengalami perubahan dan variasi suhu udara..
i) Sehari sebelum diminumkan, turunkan ASI yang disimpan di freezer ke rak kulkas agar meleleh sedikit-sedikit
6. Cara dan waktu pemberian
a) ASI perah bisa diberikan kepada bayi kapan pun ia menginginkannya. Sebelum diberikan hangatkan ASI lebih dulu. Caranya dengan meletakkan botol berisi ASI dalam mangkuk air panas. Jangan panaskan ASI langsung di atas api sebab dapat merusak komposisi dan kandungan gizinya.
b) Suapkan ASI suam-suam kuku dengan menggunakan sendok kecil atau pipet plastik. Bila menggunakan botol, kemungkinan bayi akan terbiasa mengisap dot sehingga kesulitan menyusu langsung dari payudara ibu. Cara mengisap dot dan puting susu ibu berbeda. Cara menyusu yang benar adalah seluruh aerola masuk ke mulut bayi. Jika tidak demikian, maka ASI keluarnya sedikit dan puting ibu jadi lecet.
c) Bila ASI perah Ibu tergolong sedikit, tak perlu khawatir. Awalnya mungkin bayi gelisah karena merasa kurang kenyang. Namun 3-4 hari kemudian, bayi akan beradaptasi dengan jumlah ASI perah yang terbatas itu sambil menunggu ibu kembali ke rumah.

F. TIPS SUKSES MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF
1. Menyusui dalam satu jam setelah kelahiran
2. Menyusui hanya memberi ASI. Artinya, tidak ditambah makanan atau minuman lain, bahkan air putih sekalipun.
3. Menyusui kapanpun bayi meminta (on-demand), sesering yang bayi mau, siang dan malam. Pada payudara kanan dan kiri. Jangan dijadwalkan. Produksi ASI mengikuti hukum permintaan, semakin sering dihisap, maka semakin banyak ASI diproduksi.
4. Pompa payudara sehabis menyusui. Payudara yang kosong akan semakin mempercepat produksi ASI.
5. Mengeluarkan ASI dengan memompa atau memerah dengan tangan, disaat tidak bersama anak. Kalau bayi masih tampak kurang puas juga, pompa ASI dan masukkan ke botol untuk diberikan ke bayi. Tapi sebenarnya penggunaan dot tidak dianjurkan paling tidak sampai usia bayi 6 bulan sebab dapat mengganggu perkembangan sistem syaraf dan struktur tulang kepala.
6. Jangan terlalu cepat memindahkan posisi menyusui dari payudara kiri ke kanan, dan sebaliknya. ASI yang keluar setelah 15 menit pertama justru banyak mengandung lemak yang dapat mengenyangkan bayi. Jangan lakukan posisi menyusui tiduran sampe ketiduran kalau ibu punya kebiasaan tidur, karena bayi bisa tertindih dan tidak bisa bernafas.
7. Makan makanan yang bergizi dan minum cairan yang cukup banyak. Bisa air putih, jus buah, susu rendah lemak, kuah makanan. Makanannya usahakan banyak sayur hijau dan makanan laut. Daun katuk segar lebih cepat menghasilkan daripada suplemen seperti Pro ASI atau Lancar ASI. Jangan pikirkan diet dulu. Melangsingkan tubuh bisa dilakukan kapan saja sementara menyusui waktunya cuma sebentar sementara manfaat baiknya untuk bayi adalah untuk kecerdasan dan daya tahan tubuhnya. Minum madu juga sangat bermanfaat
8. Mengendalikan emosi dan pikiran agar tenang. Ibu harus cukup istirahat dan jangan stres! Stres bikin ASI mendadak kering.
9. Yang terpenting yaitu rasa percaya diri bahwa kita mampu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi kita yaitu ASI.

DARI BERBAGAI SUMBER ^^

About Novie Mightymax

Just an ordinary girl who wants to be an extra ordinary ^^ sesorang yang ingin mencurahkan semua isi hati, memliki hidup yang baik, memiliki mimpi, dan dapat meraih cita dan cinta yang sesuai dengan hati nurani....

Posted on January 20, 2012, in Non Fiction and tagged . Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: